Pada akhirnya kita memang tak dapat mengelak dari kesendirian;
Rindu hanyalah sebatas keinginan.
Apapun selebihnya adalah milik Tuhan.
Oalah siapa lagi ini?? Nomor tak dikenal masuk ke hp-ku. Bingung, awalnya kupikir itu dari kakakku tersayang. Tapi di akhir kalimat kucari-cari kode ur.f koq nggak ada? Waduuh, orang iseng rupanya. Ya sudah ku diamkan saja.
Lagi-lagi ada yang iseng padaku. Sore menjelang maghrib ada sms nggak jelas lagi.
…engkau tertusuk, berdarah padaku…
Waduh, koq lama-lama aku terganggu ya dengan orang ini. Akhirnya mau tak mau ku sms balik orang ini. “pean sapa yo?” tak ada balasan. Ya sudah nggak ku-rewes lagi. Ku anggap saja dia penggemar, hehe. Narsis sedikit boleh laah. Selama dia tidak sms yang aneh-aneh ya biar saja. Lha wong aku-nya juga seneng koq dikirimin puisi.
Tiga hari berturut-turut aku kehujanan, tapi tidak basah. Koq bisa? Lha iya, wong kehujanan puisi bukan kehujanan air. Akhirnya aku cerita pada kakakku, anehnya bukan cemburu dia malah mesam-mesem. Ku tanya apa dia yang kirim sms itu? Dia bilang bukan. Baru setelah berpuluh-puluh kali ku tanya dia mengaku. Ya Kariiim, iseng banget telagaku ini.
Ku tanya lagi, kenapa tak ada kode seperti biasa. Dia bilang iseng, lalu senyum dengan ekspresi “WTD” alias wajah tanpa dosa. Uwh, gemes banget, rasanya pengin ku cubit lesung pipinya biar hilang. Duuh kakak sengko’ kerong ka be’nah!!!