Sajak Rindu kepada Narwa ;sahabat yang berpulang ditengah perjuangan Narwa, seorang gadis mencuri mentari di berandamu sepekan lalu Pada fajar ketujuh cahayanya tandas mengabu Tahukah kau Narwa? mentari yang kini terangi bayangmu adalah lukisan cat minyak yang digambarnya subuh tadi kini nampak kelabu sebab tari dan dendangmu menjadi debu Tak apa Narwa__ bukankah hadirnya adalah pertanda ketika hitam sirna sebelum putih menjelma Biarlah narwa, kau bawa mentari kami dalam bilik pengap yang kau tinggali lalu akan kupanggil kau turun dengan mantera dan gendhing Sulanjana (akupun berdendang Sulasih Sulanjana Menyan putih pangundang Dewa Ana Dewa lakune kaya sukma Widadari tumuruna) Gemulai gerai rambutmu Narwa semakin mendengung gaung di pucuk kamboja Bersama aroma mawar yang kau tebar rasuki jemari gadis itu Sekarang Narwa, ia sedang menyungging tarianmu dibawah mentari yang terangi bayangmu Lukisan cat minyak yang digambarnya subuh tadi Bersamaku___ Temanggung, Agustus 2009
September 22, 2009
Juli 16, 2009
Sekecap Rindu Bulan Juli
Ah, rindu__ kini mengguyur setiap langkahku dengan ribuan harap. namun kembali menyublimkan rasa yang kurasa tak bakal jelma. ah, entahlah. aku hanya merasa terlalu sunyi untuk berbunyi.
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
Juni 07, 2009
antara aksara dan kebutaan..
Sunyi ke Sunyi
pecahan kaca yang terserak antara pasir dan debu
kini beterbangan menuju lorong sempit di ujung sepi
kucoba merangkak naik dari guguran rindu;
gagal___
seutas perih menyayat tepat titik nadi
seakan habis masa, kuterasing dari sunyi ke sunyi
menyungkahkan huruf-huruf buta;
tak bersisa___
kau dulu nyala, kini pudar oleh derak kereta
yang tiba di stasiiun lama
terbang lewat jendela tertiup hilang bersama mendung.
jogja Mei 2009
Sajak Tanpa Nama
belum sudah kueja sosokmu
saat aksara itu kabur menggerimis
menjadi kabut di sudut senyummu
untuk lalu terhapus oleh jejak pagi
nefasku menggelinjang resah
temukan imaji bisu membiru
bukan karna kandas;
tersimpuh pasrah di kaki takdir
Jogja, Mei 2009
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
Mei 18, 2009
Cerita Mawar
I
Setetes embun jatuh
Menyapa airmata
Sekuntum mawar luka;
Aku rapuh tanpa duri
Bila terenggut dariku
Sapen, September 2008
II
Sang mawar rindukan air telaga;
basuhi akar-akarnya
Sapen, September 2008
III
Sebuah perjalanan menemukanmu;
atau kau yang temukanku
Entahlah, tak dapat kumengerti Yang dapat kupahami hanyalah bahwa sang mawar tak mampu bertahan bila tanpamu
Sapen, Februari 2009
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
Maret 23, 2009
matamu, mataku, mata-mata siapa?
mungkin benar mata adalah cermin dunia batin seorang wanita..bahkan lelaki dapat terbaca dari berkas cahaya netranya.. hingga ada guyonan antara cinta dan perselingkuhan; cinta: kuh, kau takkan pernah menang dariku.. sepandai apa kau sembunyi pasti kuketahui; selingkuh: alah, itu tak mungkin.. darimana kau tau?; cinta: mata adalah pintu hati kuh, masa' kau tak tau?; selingkuh: kalau begitu butakan saja matanya, gampang kan..; cinta: ???
Diposting oleh DanasTri 1 komentar
Maret 20, 2009
Maret 02, 2009
perjalanan
ah, beginilah perjalananku... penuh liku, tipu, senang, sedih, gembira, bahagia, semuanya masuk dalam benak... jika diaduk sudah seperti juice... rasanya tak jelas tentu saja... aku telah berusaha tuk acuhkan semua sakit itu, malah mngkin sempat lupa tehadap rasanya.. tapi terimakasih tuk seorang dari masa lalu yang mengingatkanku pada rasa itu...
Diposting oleh DanasTri 1 komentar
Februari 24, 2009
seluka
Siluet-siluet kelam itu tak sirna.
Aku tak tau kemana kan berlari.
Ku sembunyi merekapun turut.
Harapkan semua segera berlalu.
Amore memoria-mu slalu seiring dengan bayang itu.
Hingga kini ku tak tau, harus apa yang ku perbuat tuk pisahkan keduanya.
Romansa yang manis, dan gelapmu yang magis.
Ijinkanku tuk utuh mencintaimu, bukan salah satu dari keduanya, El-syaf...
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
my.f my lav
Pada akhirnya kita memang tak dapat mengelak dari kesendirian; Rindu hanyalah sebatas keinginan. Apapun selebihnya adalah milik Tuhan. Oalah siapa lagi ini?? Nomor tak dikenal masuk ke hp-ku. Bingung, awalnya kupikir itu dari kakakku tersayang. Tapi di akhir kalimat kucari-cari kode ur.f koq nggak ada? Waduuh, orang iseng rupanya. Ya sudah ku diamkan saja. Lagi-lagi ada yang iseng padaku. Sore menjelang maghrib ada sms nggak jelas lagi. …engkau tertusuk, berdarah padaku…
Waduh, koq lama-lama aku terganggu ya dengan orang ini. Akhirnya mau tak mau ku sms balik orang ini. “pean sapa yo?” tak ada balasan. Ya sudah nggak ku-rewes lagi. Ku anggap saja dia penggemar, hehe. Narsis sedikit boleh laah. Selama dia tidak sms yang aneh-aneh ya biar saja. Lha wong aku-nya juga seneng koq dikirimin puisi.
Tiga hari berturut-turut aku kehujanan, tapi tidak basah. Koq bisa? Lha iya, wong kehujanan puisi bukan kehujanan air. Akhirnya aku cerita pada kakakku, anehnya bukan cemburu dia malah mesam-mesem. Ku tanya apa dia yang kirim sms itu? Dia bilang bukan. Baru setelah berpuluh-puluh kali ku tanya dia mengaku. Ya Kariiim, iseng banget telagaku ini.
Ku tanya lagi, kenapa tak ada kode seperti biasa. Dia bilang iseng, lalu senyum dengan ekspresi “WTD” alias wajah tanpa dosa. Uwh, gemes banget, rasanya pengin ku cubit lesung pipinya biar hilang. Duuh kakak sengko’ kerong ka be’nah!!!
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
Januari 22, 2009
Be' Jube' Bhede Se Nde'
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
; el-syaf
hanya melintas sejenak di bayangmu untuk kemudian kau kecup lembut anganku
Diposting oleh DanasTri 0 komentar
Januari 21, 2009
sekedar goresan
Diposting oleh DanasTri 2 komentar

