Sunyi ke Sunyi
pecahan kaca yang terserak antara pasir dan debu
kini beterbangan menuju lorong sempit di ujung sepi
kucoba merangkak naik dari guguran rindu;
gagal___
seutas perih menyayat tepat titik nadi
seakan habis masa, kuterasing dari sunyi ke sunyi
menyungkahkan huruf-huruf buta;
tak bersisa___
kau dulu nyala, kini pudar oleh derak kereta
yang tiba di stasiiun lama
terbang lewat jendela tertiup hilang bersama mendung.
jogja Mei 2009
Sajak Tanpa Nama
belum sudah kueja sosokmu
saat aksara itu kabur menggerimis
menjadi kabut di sudut senyummu
untuk lalu terhapus oleh jejak pagi
nefasku menggelinjang resah
temukan imaji bisu membiru
bukan karna kandas;
tersimpuh pasrah di kaki takdir
Jogja, Mei 2009

0 komentar:
Posting Komentar